Minggu, 17 Juni 2012

Pencuri Barang-barang Masjid Diringkus Polisi

SEMARANG,  -- Seorang pelaku pencurian, dengan sasaran barang-barang masjid, telah ditangkap oleh polisi dari Polsek Genuk, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (17/6/2012). Si pencuri, yang mengaku berasal dari Palebon, Pedurungan, dan berusia 23 tahun, mengatakan kepada polisi bahwa ia sudah melakukan tindak kriminal itu puluhan kali.
Ia mengaku mencuri karena terdesak kebutuhan ekonomi dan kesulitan membayar kredit motor miliknya, sementara istrinya juga tengah hamil tiga bulan. Ia mengaku pula, selain di Kota Semarang, ia melancarkan aksinya di wilayah Kabupaten Demak. "Saya harus bayar angsuran motor, sebulannya Rp 500 ribu, sedangkan saya tidak punya pekerjaan," ucapnya kepada polisi.
Yang dilakukan oleh sang pencuri, menurut penuturannya kepada polisi, ia masuk ke masjid ketika orang-orang akan menjalankan shalat berjamaah. Sesudahnya, ia berpura-pura terus berdoa hingga masjid benar-benar sepi. Setelah yakin sudah tidak ada orang lain di masjid, ia pun mengambil barang-barang seperti jam dinding, mic, dan kabel, kemudian memasukkan semua barang curiannya ke dalam tas yang dibawanya. Tersangka juga mengaku menjual barang-barang itu ke pasar barang bekas dengan mengatakan bahwa barang-barang tersebut merupakan miliknya yang tidak terpakai.
Ia ditangkap oleh polisi dan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Kelurahan Muktiharjo Lor berdasarkan laporan mengenai pencurian di masjid. Polisi melakukan penyelidikan di sejumlah tempat penjualan barang bekas dan berhasil menangkap pelaku. "Dari situ tersangka ditangkap dan mengaku sudah puluhan kali melakukan aksinya," terang Kapolsek Genuk, Kompol Dony Setiawan.
Sejumlah barang bukti yang diambil dari si pencuri adalah satu mic, satu penyangga mic, kabel, sebuah tas punggung, dan satu sepeda motor yang digunakannya. Ia saat ini ditahan di sel tahanan Mapolsek Genuk dan dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian.                                                                                  (KOMPAS.com)

Kamis, 14 Juni 2012

Komunikasi Lebih Efektif dengan "Sentuhan Pribadi"

Siapa pun akan bersentuhan dengan komunikasi, apa pun pekerjaan atau profesinya. Setiap individu juga memiliki karakter dan kepribadian yang unik. Komunikasi dan kepribadian saling membutuhkan. Individu yang jago berkomunikasi, tapi tak memiliki kepribadian yang menyenangkan, atau tak mau memelajari ragam kepribadian orang lain, cenderung fokus hanya pada dirinya. Pesan yang disampaikannya berhenti pada dirinya sendiri, lantaran orang lain tak mau peduli. Pasalnya, ia tak memiliki kepribadian menarik, yang membuat orang lain merasa enggan atau sungkan mendengarkan pesan penting yang dibawanya.

Presenter, penulis buku, dan pemilik sekolah Public Speaking Talk-Inc, Erwin Parengkuan tertarik membahas persoalan komunikasi dan kepribadian ini. Dalam bukunya berjudul Click!, Erwin menuangkan pemikirannya, sekaligus membuka mata bahwa komunikasi tak lengkap tanpa kepribadian, begitu pun sebaliknya.

"Dunia karier maupun bisnis membutuhkan komunikator andal yang mampu menyampaikan gagasan dan informasi secara lebih efektif. Faktanya, hampir semua bidang pekerjaan membutuhkan seorang komunikator. Komunikasi tidak bisa dilihat sebagai seni menyampaikan pesan saja. Komunikasi juga merupakan seni tentang kepribadian karena komunikasi adalah keterampilan yang berhubungan dengan orang. Ketika kita berbicara mengenai orang, maka hal tersebut dengan sendirinya berkaitan dengan kepribadian. Kepribadian dan komunikasi memiliki hubungan yang sangat erat. Keduanya bahkan mustahil dipisahkan," papar Erwin yang menulis buku Click! (komunikasi dan kepribadian) dari pengalamannya melakoni profesi presenter, fasilitator, dan pengajar.

Menurut Erwin, bila ingin berkomunikasi efektif dengan lawan bicara, mau tidak mau harus melibatkan sudut pandang kepribadian. Karena baginya, kepribadian memengaruhi pola pikir dan gaya komunikasi seseorang. Efektivitas komunikasi juga bergantung kepada kemampuan komunikator memahami kepribadian lawan bicara.

"Sehebat apa pun cara bicara kita, bila lawan bicara menganggap kepribadian kita kurang menarik, maka pesan kita akan cenderung diabaikan olehnya," jelas Erwin.

Sebagai praktisi, Erwin mendapatkan fakta bahwa komunikasi seringkali gagal bukan karena idenya tidak cemerlang atau cara penyampaiannya  tidak bagus. Komunikasi gagal, lanjutnya, karena lawan bicara "menolak" untuk menerima gagasan yang diberikan.

Sebagai contoh, ketika ada komunikator yang kepribadiannya tidak disukai (misalnya, sering menentang pendapat atau terlalu agresif), si lawan bicara cenderung menolak pesan yang disampaikannya. Meskipun informasinya bermanfaat atau gagasannya cemerlang, tetap saja informasi atau gagasan tersebut diabaikan karena kepribadian yang tidak disukai tersebut. Sebaliknya, meskipun gagasannya biasa-biasa saja, tetapi karena komunikator memiliki kepribadian menarik, maka si penerima pesan cenderung menerima gagasan tersebut.

"Orang yang senang bicara memiliki gaya komunikasi yang berbeda dibandingkan orang pendiam. Orang perfeksionis gaya komunikasinya berlainan dengan orang yang bergaya flamboyan," jelas Erwin memaparkan kaitan komunikasi dan kepribadian.

Orang yang bersikap "sok tahu" atau "sok pintar" biasanya sulit mendapatkan respons positif dari lawan bicara. Sementara seseorang yang rendah hati dan bersikap hangat terhadap lawan bicaranya, cenderung lebih disukai. Fakta seperti ini tentunya banyak ditemui sehari-hari. Anda tentu akan merasa lebih nyaman berkomunikasi dengan orang lain, terutama mereka yang berstatus lebih tinggi dari Anda, memiliki kepribadian ramah dan menghargai Anda setulusnya.

Keberhasilan komunikasi tak hanya bergantung kepribadian komunikator. Pesan akan diterima maksimal hanya jika komunikator juga memelajari dan berusaha memahami kepribadian lawan bicaranya. Memahami kepribadian lawan bicara akan memudahkan komunikator menentukan cara berkomunikasi sesuai kepribadian tersebut.

"Seorang komunikator yang baik harus memahami kepribadian lawan bicara sebelum memulai sebuah proses komunikasi. Komunikasi akan efektif bila ada 'sentuhan pribadi' di dalamnya," tandas Erwin.                                                                                                                                                 (sumber;kompas)

Pijatan Sensual dari Kepala hingga Kaki

Relaksasi bisa dilakukan bersama pasangan, salah satunya dengan pijatan sensual. Pijatan sensual seluruh badan, dari kepala hingga kaki, tak hanya menjadi pengantar hubungan seksual. Namun memang, pijatan sensual pasangan menciptakan suasana yang akhirnya membawa Anda dan pasangan ke dalam mood bercinta.

Bagaimana sebenarnya pijatan sensual? Ikuti saja tips dari Jessica Dolland, penulis buku 50 Natural Ways to Feel Sexy.

Pijat tubuh
Tuangkan sedikit minyak ke telapak tangan, lalu hangatkan minyak dengan menggosokkan kedua tangan sebelum mulai memijat. Gerakan mengusap yang panjang di sepanjang punggung dapat dilakukan sambil duduk di atas pinggul pasangan. Ini akan membuat Anda dan si dia saling bersentuhan. Namun, jangan bebankan berat tubuh Anda ke tubuh pasangan.

Pastikan Anda menyentuhnya dengan konstan dan penuh keyakinan dengan gerakan yang panjang, mengalir, dan tidak terputus. Tangan Anda harus menyentuh ke seluruh lekuk tubuh, seperti bahu, pinggul dan bokong. Anda bisa memijatnya dengan lembut, halus, dan penuh sayang, atau dengan kuat dan penuh stimulasi.

Pijat wajah
Teteskan sedikit minyak ke telapak tangan. Gosokkan kedua tangan, lalu gerakkan tangan Anda dari lehernya menuju ke dagu dan rahang hingga dahi. Tekan bagian tengah alis menuju ke samping kepala dengan ibu jari. Ulangi gerakan ini pada daerah dahi hingga garis rambut. Putar jari-jari melawan arah jarum jam di satu titik pada pipi.

Lalu, gunakan ibu jari untuk memijat sepanjang tulang alis mengarah ke sepanjang hidung, mulai dari pangkal hingga lubang hidung dan ke tulang pipi. Lalu kendurkan tangan untuk mengusap telapak tangan perlahan di kedua sisi pelipis hingga ke kulit kepala. Dan, tarik tangan menjauhi kepalanya.

Perlahan letakkan kembali tangan Anda dan putar jari-jari beberapa kali searah jarum jam pada bagian pelipis. Akhiri pijatan dengan memegang kepala pasangan dengan kedua tangan Anda.

Pijatan kaki

Memijat kaki dengan menggunakan prinsip refleksi adalah cara termudah menciptakan sentuhan pada pasangan. Namun, jika ingin melakukan pijat refleksi ini pada pasangan, pastikan ia dalam kondisi sehat. Pijatan pada kaki tak hanya bisa menyegarkan tubuh, tapi juga bisa membangkitkan gairah. Pasalnya, kaki adalah salah satu bagian tubuh yang sangat sensitif.

Mulailah dengan memijat seluruh kaki dengan kuat untuk melancarkan sirkulasi. Lakukan gerakan memijat ke arah bawah dengan ujung ibu jari. Gerakkan ibu jari di sepanjang telapak kaki bagian dalam untuk menstimulasi sistem saraf di jaringan saraf tulang belakang.

Lanjutkan dengan memijat telapak kaki bagian atas (area di bawah ibu jari dan kelingking). Pijatan di area ini akan berhubungan dengan daerah dada dan memberikan hasil napas yang lebih teratur dan dalam.

Setelah itu, pijat juga refleks pituitary di bagian tengah sidik jari ibu jari kaki. Di sini berada titik kelenjar utama yang mengendalikan kelenjar endokrin lain dan memproduksi hormon yang berperan dalam berbagai sistem organ tubuh termasu fungsi seksual.

(Chic/Erma Dwi Kusumastuti)

Sentuhan yang Bangkitkan Gairah Seks Anda

Sentuhan dari pria terbukti mampu membakar gairah seks wanita. Penelitian yang dilakukan University of St. Andrews di Inggris mengungkapkan bahwa ketika fisik perempuan tersentuh oleh pria, suhu kulit tubuh perempuan akan meningkat, khususnya di bagian wajah dan dada.
"Perempuan menunjukkan peningkatan suhu ketika mereka terlibat dalam kontak sosial dengan laki-laki," ungkap salah satu peneliti dari University of St. Andrews, Amanda Hahn.

Wajah biasanya akan memanas ketika kita sedang mengalami stres, takut, atau marah. Peneliti ingin menemukan bagaimana emosi lain dapat memengaruhi perubahan suhu tubuh. Untuk itu dilakukan eksperimen terhadap sejumlah laki-laki dan perempuan di Inggris. Mereka dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diberi rangsangan dengan memperlihatkan foto perempuan heteroseksual, sambil diberi sentuhan pada beberapa bagian tubuh seperti lengan, telapak tangan, wajah, dan dada, dengan menggunakan sinar probe. Sedangkan pada kelompok lain, responden mendapat sentuhan nyata dari pasangan (sebagai experimenter) pada bagian tubuh yang sama.

Ketika merasakan sentuhan tersebut, perempuan akan mengalami peningkatan suhu kulit sampai 10 derajat Celcius. Efeknya dianggap tidak cukup besar, karena bagian tubuh yang disentuh hanya lengan atau telapak tangan (bagian dada dan wajah paling banyak mengalami perubahan). Lonjakan suhu menjadi tiga kali lebih besar ketika experimenter-nya pria. Ketika pria menyentuh bagian dada dan wajah wanita, suhunya akan menjadi lebih panas 0,3 derajat Celsius. Perubahan suhu terbesar terjadi pada wajah.
Banyak dari responden ini yang tidak menyadari terjadinya reaksi suhu kulit. "Hanya sekitar seperempat dari sampel yang mengatakan merasakan perubahan emosional. Sisanya sadar tidak terpengaruh oleh interaksi tersebut," ujar Hahn.
Namun, tim peneliti tidak dapat mengatakan apakah perubahan tersebut dapat ditangkap dengan jelas oleh mata telanjang, atau apakah hal itu dapat terdeteksi dengan sentuhan. Jika orang lain dapat mendeteksi perubahan-perubahan ini, maka hal itu bisa dianggap sebagai isyarat sosial yang kita gunakan untuk berkomunikasi secara non verbal.


Sumber: livescience, your tango

UNICEF : Kematian Ibu dan Anak Indonesia Masih Tinggi

JAKARTA,  - Badan PBB untuk masalah anak-anak (UNICEF) menilai Indonesia telah mencapai kemajuan dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak.  Namun demikian, angka kematian anak dan ibu di Indonesia saat ini masih tinggi.

Dalam siaran persnya kepada Kompas.com, Kamis (14/6/2012), UNICEF menyatakan sejak tahun 1990, angka kematian ibu dan anak Indonesia mengalami penurunan lebih dari setengah setiap tahunnya. Hal ini merupakan suatu kemajuan dalam mencapai Tujuan Pembangunan Millenium (MDGs) 2015. Menurut UNICEF, perbaikan pada kebijakan kesehatan, fokus baru dalam mengurangi kekurangan gizi, cakupan peningkatan layanan utama kesehatan ibu dan anak  berkontribusi terhadap penurunan mortalitas secara keseluruhan di Indonesia.

"Indonesia telah membuat kemajuan penting untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak, sejak membuat komitmen pada a World Fit for Children," kata Dr Robin Nandy,  Kepala Bagian kelangsungan hidup dan perkembangan anak UNICEF.
“Tapi bahkan hari ini, diperkirakan 150.000 anak meninggal di Indonesia setiap tahun sebelum mereka mencapai ulang tahun kelima, dan hampir 10.000 wanita meninggal setiap tahun karena masalah kehamilan dan persalinan. Kita harus melihat lebih dekat lagi hambatan yang memperlambat kemajuan mencegah kematian ini, terutama dalam kaitannya dengan kesehatan ibu, untuk mendukung prestasi lainnya,” tambahnya.

UNICEF juga menyoroti disparitas antara masyarakat dan kelompok sosial-ekonomi yang jelas terlihat di sektor kesehatan. Data menunjukkan, tingkat kematian balita di kalangan keluarga miskin lebih dari tiga kali lipat dibandingkan di rumah tangga terkaya. Di antara ibu yang tidak berpendidikan, hanya 15 persen dari mereka melahirkan di fasilitas kesehatan. Proporsinya terus meningkat seiring naiknya status pendidikan, di mana ibu dengan status pendidikan menengah hingga tinggi angkanya mencapai 71 persen.  Persentase kelahiran yang dibantu oleh petugas kesehatan terlatih juga meningkat ketika pendapatan seorang ibu atau status pendidikannya meningkat.

Pada tahun 2010, Sekjen PBB Ban Ki-moon meluncurkan Strategi Global untuk Kesehatan Perempuan dan Anak-anak untuk memenuhi tujuan utama mendukung perempuan dan kesehatan anak-anak. Tujuan ini meliputi lebih banyak bidan terlatih, akses terhadap kontrasepsi dan perawatan melahirkan terampil, gizi yang lebih baik, pencegahan penyakit menular dan pendidikan masyarakat yang lebih kuat.
Di Indonesia, menurut UNICEF,  fokus harus lebih ditempatkan pada seluruh sistem pendekatan yang mengatasi semua komponen - sumber daya manusia, pendidikan kesehatan dan gizi, akses ke perawatan, kualitas pelayanan, peraturan dan standarisasi pelayanan, pemerintahan dan tingkat yang memadai dan penargetan pembiayaan. Upaya ini, bersama dengan asuransi kesehatan dan mekanisme perlindungan sosial lain, akan membangun sistem kesehatan yang lebih responsif dan sistem kesehatan masyarakat yang lebih baik.

"Investasi di sektor kesehatan yang lebih adil, dan memperkuat jaring pengaman untuk mereka yang paling rentan, akan memberikan manfaat jangka panjang ke Indonesia," kata Nandy.
"Ibu yang sehat  akan melahirkan anak-anak yang lebih sehat. Anak sehat akan tetap bersekolah, memiliki anak lebih sedikit tetapi lebih sehat di kemudian hari, dan lebih banyak anggota masyarakat yang produktif. Bersama-sama, ini memberikan dasar yang kuat untuk menghilangkan kemiskinan, mengurangi pengucilan sosial dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas, " ungkapnya.                                       (KOMPAS.com)

Iwa K: Anak Itu Jantung Gue

JAKARTA,  -- Jika kelak bercerai dengan penyanyi dangdut Selfi Nafilah, rapper Iwa K tak mau terburu-buru menjelaskan hal itu kepada anaknya, yang kini baru berusia empat tahun. Ia mengutamakan kesiapan psikologis anaknya.
"Buat gue, dia bukan darah daging gue saja, tapi jantung gue ya. Apa pun itu, gue pengin imbangkan perkembangan psikologisnya," kata Iwa ketika ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Timur (PA Jaktim), Kamis (14/6/2012). "Dia tahu ada Bunda dan Ayahnya. Untuk bagaimana caranya, kita jalani saja, kita bahas segala macam good and worst-nya nanti. Jalani itu saja dulu," tambahnya.
Pedendang "Bebas" ini mengaku belum memutuskan masalah hak asuh anak. Ia masih mencoba merundingkan hal tersebut bersama Selfi dan akan berbicara lebih banyak dalam sidang berikutnya. "Ya, kita lihat nanti. Gue juga enggak bisa egois maunya kita saja. Selvi punya ingin, gue juga punya ingin. Kita lihat saja, ada hak jawab di sidang selanjutnya," katanya lagi.
Dari kata-kata dan nada bicaranya, Iwa terkesan masih ingin memertahankan biduk rumah tangga yang dibangunnya bersama Selfi pada 4 Mei 2007 itu. "Kalau memang dia masih berpegang teguh sama gugatannya, ya saya akan lanjut coba menjawab ke sidang selanjutnya," tutupnya.                                                   (KOMPAS.com)

Senin Depan Polda Periksa Pihak yang Laporkan DP-Dheraj

JAKARTA, -- Polda Metro Jaya Senin minggu depan (18/6/2012) akan memeriksa Muhamad Zainal Arifin berkait dengan laporannya atas produser KK Dheeraj dan artis Dewi Persik atau Depe (DP). Oleh Zainal, DP dianggap telah melakukan pembohongan publik dengan menyebut bahwa DP bermain bersama aktor Rowan Atkison dalam film Mr Bean Kesurupan Depe, ketika DP mempromosikan film yang diproduksi oleh K2K Production itu.
"Kami nanti rencananya hari Senin pekan depan akan melakukan pemeriksaan terhadap pelapor," terang Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, di ruang kerjanya, Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (14/6/2012).
Rikwanto mengatakan, penyidik juga akan memeriksa saksi-saksi yang menguatkan apakah ada unsur kesengajaan atau tidak dalam perkara itu. "Penyidik akan memeriksa saksi-saksi terlebih dahulu, termasuk kami juga akan memutar filmnya", terangnya lagi.
DP, yang memiliki nama asli Dewi Murya Agung, dan Dheraj dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Zainal pada 11 Juni 2012 kira-kira pukul 18.00 WIB. Zainal melaporkan keduanya dengan pasal berlapis tentang perlindungan konsumen. Pasal-pasal tersebut adalah Pasal 8 Ayat (1) huruf f jo Pasal 62 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999, Pasal 9 Ayat (1) huruf f jo Pasal 62 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999, Pasal 378 KUHP, dan Pasal 380 Ayat (1) angka 1 KUHP. Berdasarkan semua pasal tersebut, kalau terbukti bersalah, keduanya terancam lima tahun penjara dan denda sebesar Rp 2 miliar.                                           ( KOMPAS.com)     

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons